Di suatu hari

Pasti kita pernah punya momen dimana bangun di pagi hari tapi pikiran masih blank, ga tau mau ngapain dan sama sekali ga kepikiran rencana apapun.
Tapi kita tetap bangun, shalat, beresin kamar, sarapan, dan berbincang dengan keluarga.

Buat orang introvert biasanya langsung me time. Ntah itu sekedar pegang gadget, scrolling IG, twitter, tiktok, line dan mungkin diselingi nonton TV atau film. Atau bisa jadi melakukan hobi lain, memasak, olahraga, atau bahkan tidur lagi haha.
 
Tiba- tiba menjelang siang hari, seorang teman menghubungi ngajak keluar rumah.
Tanpa basa basi kamu dan teman memutuskan pergi, meskipun itu rencana mendadak.
Sesampai di tempat tujuan, kalian jalan-jalan, sambil ngobrol. 
Setelah lelah, singgah ke tempat lain mungkin sekedar untuk ngemil atau makan.
Tapi gatau kenapa hari seperti itu pun menjadi sebuah hari yang berkesan dan menyenangkan.
Padahal sama sekali ga merencanakan apa-apa.

Apakah menjalani hidup harus selalu memiliki rencana?
Jika ada suatu kebetulan apakah itu bisa dibilang takdir?
Apakah di dalam hidup ini kita hanya boleh punya 1 tujuan yang tidak boleh berubah dan harus tercapai?

Ilustrasi: Google image

Menurutku kehidupan ini sangat fleksibel dan relatif.
Tidak bisa memaksakan satu pandangan hidup atau selera kepada orang lain. Dan itu sah-sah saja.
Memang ada aturan-aturan terkait agama, negara, yang pasti dan harus ditaati. Namun kehidupan itu bukan lah perlombaan.

Untuk bisa menikmati proses itu perlu kesabaran, ketenangan, pikiran jernih yang tidak selalu dimiliki setiap orang namun tentunya bisa di pelajari. Terkadang kita lupa menikmati proses, hanya terpaku pada hasil akhir. Karena itulah seni berproses itu menjadi sesuatu yang unik dan menarik untuk dibahas. Menurutku tiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda dan itulah yang menjadi kan masing-masing dari kita menarik dan kuat.

G.A.

Comments

Popular posts from this blog